curhat
Senin, 09 Mei 2016
Rabu, 29 Oktober 2014
29 Oktober 2014.
Yaps, seperti biasa saya menulis artikel curhatan pada waktu kerja dikantor
sambil belajar mengetik menggunakan 10 jari. Yap sampai sekarang saya belum bisa
menngetik menggunakan sepuluh jari, Itu sangat lucu sekali. Demi untuk merecord
segala perasaan saya hari ini. Walaupun perasaan saya hari ini adalah sedih
seneng plus bad mood. seperti biasa karena kerjaan dan orang korea mood saya
menjadi jelek, saya sangat tertekan dengan pekerjaan ini, mereka yang tidak
melibatkan saya dalam loop informasi dan pekerjaan, padahal gaji saya gede lo
namun tetap dianggurin bro. Saya selalu berdoa agar hari ini datang dan membawa
pulang saya balik keindonesia .
Orang bilang kerjaan saya enak, gaji besar, kerjaan g ada namun didalam
diri saya tidak menerima kenyataan ini, saya benci menjadi miskin, tapi saya
merasa terhina menjadi bodoh, dan sekarang saya merasa terhina. Saya merasa
tidak bisa melakukan apa apa , apa lagi kerja. Entahlah apa yang mau dikatakan
orang jakarta pada saya.
2 hari lagi saya akan pulang ke Jakarta, tiket sudah ditangan selamat
tinggal Hochoel bangsat, korea lelet telmi and bosi. Gw masukin semua sifat
sifat jelek dia karena apa? gara gara dia hidup gw berubah 180 derajat dengan
penuh kebangsatan (Tentang hochoel saya akan ceritakan dilain bab). Kembali ke
alasan kenapa saya pulang, Saya pulang karena sudah waktunya pulang
hahahahahaha. Sebenarnya saya harus pulang in the end of april 2014 namun saya
tersesat (saya akan menceritakan pada lain kisah) sampai sekarang masih bekerja
menjadi orang tolol karena masalah keuangan keluarga( saya akan menceritakannya
nanti ) . kesempatan ini pun datang, waktu pulang didepan mata, dan saya tidak
akan menyianyiakan kesempatan ini agar bisa pulang.
Persiapan yang saya lakukan sebelum kepulangan saya sangat banyak antara
antara lain menarik diri dari pekerjaan semenjak 6 bulan yang lalu, membuat
kerusuhan dengan semua orang, membuat jengkel pathener kerja, saya tau ini
prilaku buruk namun demi kebaikan saya dimasa depan saya harus melakukannya. Juga
terpikir dibenak saya untuk membakar atau menyobek pasport saya jika muncul
issue saya ingin di extent kerja disini. Saya sudah muak dengan semua ini.
Sebagai seorang yang beriman dekatkanlah dirimu dengan maha pencipta,
dengan orang orang yang kamu sayangi dan kasihi, ibuk bapak beserta saudara
dirumah. Serta ingat integritas dan rasa yaman waktu bekerja. Itu sangat
penting, Jikalau sudah tidak nyaman dengan pekerjaan, buatlah senyaman mungkin,
jika tidak bisa pula cari perusahaan lain.
Selasa, 16 September 2014
Perasaan setelah sekian bulan bekerja
Yups kawan ini tulisan saya yang pertama. saya akan menceritakan pengalaman saya bekerja selama sekian bulan ini, berawal dari perasaan bangga mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda, tanda tangan kontrak, mendapatkan gaji pertama, bertemu dengan orang-orang baru, mengikuti training dan saya sangat senang dengan keadaan waktu itu, seakan akan tuhan merestui kehadiran saya di tempat ini.
Namun hari itu pun hadir, saya lupa saya bekerja pada salah satu perusahaan multinasional dan mempunya project dimana-mana, di bulan itu saya mendapatkan assigment pertama saya di kuala lumpur bahagia bercampur takut, saya ingin mengambil kesempatan ini namun ingin menolak, takut tidak mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk bekerja dengan orang orang bule.
ketakutan itu pun menjadi keyataan ditambah lingkungan yang mendukung dalam keterpurukan ini saya berjalan seolah sendirian namun bayak orang, itulah keadaan saya sampai sekarang "sendirian " tanpa guiden tanpa bos dan harus menyelesaikan masala.
sebulan lagi asigment saya selesai dan saya sangat bahagia , setelah kembali kejakarta mungkin saya akan resign dari perusahaan ini demi mendapatkan pemahaman tentang bidang yang sedang saya geluti.
mohon doanya teman-teman.
sebulan lagi asigment saya selesai dan saya sangat bahagia , setelah kembali kejakarta mungkin saya akan resign dari perusahaan ini demi mendapatkan pemahaman tentang bidang yang sedang saya geluti.
mohon doanya teman-teman.
Langganan:
Komentar (Atom)