Rabu, 29 Oktober 2014



29 Oktober 2014.

Yaps, seperti biasa saya menulis artikel curhatan pada waktu kerja dikantor sambil belajar mengetik menggunakan 10 jari. Yap sampai sekarang saya belum bisa menngetik menggunakan sepuluh jari, Itu sangat lucu sekali. Demi untuk merecord segala perasaan saya hari ini. Walaupun perasaan saya hari ini adalah sedih seneng plus bad mood. seperti biasa karena kerjaan dan orang korea mood saya menjadi jelek, saya sangat tertekan dengan pekerjaan ini, mereka yang tidak melibatkan saya dalam loop informasi dan pekerjaan, padahal gaji saya gede lo namun tetap dianggurin bro. Saya selalu berdoa agar hari ini datang dan membawa pulang saya balik keindonesia . 

Orang bilang kerjaan saya enak, gaji besar, kerjaan g ada namun didalam diri saya tidak menerima kenyataan ini, saya benci menjadi miskin, tapi saya merasa terhina menjadi bodoh, dan sekarang saya merasa terhina. Saya merasa tidak bisa melakukan apa apa , apa lagi kerja. Entahlah apa yang mau dikatakan orang jakarta pada saya. 

2 hari lagi saya akan pulang ke Jakarta, tiket sudah ditangan selamat tinggal Hochoel bangsat, korea lelet telmi and bosi. Gw masukin semua sifat sifat jelek dia karena apa? gara gara dia hidup gw berubah 180 derajat dengan penuh kebangsatan (Tentang hochoel saya akan ceritakan dilain bab). Kembali ke alasan kenapa saya pulang, Saya pulang karena sudah waktunya pulang hahahahahaha. Sebenarnya saya harus pulang in the end of april 2014 namun saya tersesat (saya akan menceritakan pada lain kisah) sampai sekarang masih bekerja menjadi orang tolol karena masalah keuangan keluarga( saya akan menceritakannya nanti ) . kesempatan ini pun datang, waktu pulang didepan mata, dan saya tidak akan menyianyiakan kesempatan ini agar bisa pulang. 

Persiapan yang saya lakukan sebelum kepulangan saya sangat banyak antara antara lain menarik diri dari pekerjaan semenjak 6 bulan yang lalu, membuat kerusuhan dengan semua orang, membuat jengkel pathener kerja, saya tau ini prilaku buruk namun demi kebaikan saya dimasa depan saya harus melakukannya. Juga terpikir dibenak saya untuk membakar atau menyobek pasport saya jika muncul issue saya ingin di extent kerja disini. Saya sudah muak dengan semua ini.
 
Sebagai seorang yang beriman dekatkanlah dirimu dengan maha pencipta, dengan orang orang yang kamu sayangi dan kasihi, ibuk bapak beserta saudara dirumah. Serta ingat integritas dan rasa yaman waktu bekerja. Itu sangat penting, Jikalau sudah tidak nyaman dengan pekerjaan, buatlah senyaman mungkin, jika tidak bisa pula cari perusahaan lain.